Kamis, 28 Juli 2016

Tempo.co RSS Feed: Nikmatnya Makan Domba Betis di Homaya

Tempo.co RSS Feed
 
Nikmatnya Makan Domba Betis di Homaya
Jul 28th 2016, 04:24

Kamis, 28 Juli 2016 | 11:24 WIB

Nikmatnya Makan Domba Betis di Homaya

Menikmati makan sajian khas nusantara di Homaya juga semakin menyenangkan karena disuguhi pemandangan megah dan luasnya Samudera Hindia

INFO TRAVEL - Keanekaragaman makanan Indonesia sudah diakui di kalangan internasional. Dan, pengakuan atas  makanan Indonesia tidak hanya pada ragam menu, tetapi rasanya juga digemari di dunia. Terbukti banyak turis yang mampir ke Indonesia suka menikmati sajian khas nusantara.

Oleh karena itulah, Inaya Putri Bali, Nusa Dua memperkenalkan restoran khas Indonesia, Homaya. Di resor ini, Homaya menciptakan kreasi dari keaslian makanan warisan nusantara. Semua bahannya segar dan terbaik dari pasar.

Bahan-bahan ini dibumbui dengan rempah-rempah tradisional yang diproses alami dengan metode turun-temurun. Cara ini diyakini Homaya untuk membawa nuansa terkenal dengan selera local.

Sebagai sebuah restoran Indonesia, Homaya memiliki pilihan hidangan yang disajikan dengan hati-hati, dan kebanyakan adalah makanan favorit yang ada di Indonesia. Homaya menyiapkan menu  domba betis sebagai bintang dapur untuk merayakan pembukaannya. Menu ini telah disiapkan untuk membuat semua orang yang mencicipinya terkesan dan takjub dengan rasa yang asli dan penuh rempah.

Kenikmatan mencicipi hidangan Indonesia semakin menyenangkan karena lokasi restoran Homaya berada di ruang terbuka. Dari dalam restoran, terbentang pemandangan megah dan luasnya Samudera Hindia.  Angin laut yang sejuk dan alami semakin menambah kenikmatan untuk mencicipi sajian khas di Homaya dengan tenang dan nyaman.

Para tamu juga disuguhi megibung, gaya makan tradisional Bali pesta komunal yang memungkinkan para peserta untuk makan makanan bersama bersama-sama di lingkungan yang hangat dan intim

Jika ingin mampir, Inaya Putri Bali adalah resor dengan taman hijau yang luas dan pantai pasir putih menghadap Samudera Hindia. Tempat ini menyediakan 460 kamar kontemporer untuk para tamu, suite dan villa eksklusif yang meniru gaya desa Bali Penglipuran, dengan arsitektur terinspirasi oleh 7 Hindu Dewi, dan menggabungkan unsur-unsur kesenian lokal. Lokasinya di kawasan Nusa Dua, dan berjarak hanya 12 kilometer dari bandara internasional. (*)

Let's block ads! (Why?)

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our polices, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tempo.co RSS Feed: Minim Pelancong,Sumatera Selatan Bentuk Badan Promosi Wisata

Tempo.co RSS Feed
 
Minim Pelancong,Sumatera Selatan Bentuk Badan Promosi Wisata
Jul 27th 2016, 22:30

Kamis, 28 Juli 2016 | 05:30 WIB

Minim Pelancong,Sumatera Selatan Bentuk Badan Promosi Wisata

Pemandu memberikan penjelasan kepada para pengunjung tentang batu purba dari peninggalan zaman Megalitikum atau zaman batu di Situs Tinggi Hari, Lahat, Sumatera Selatan, 4 Juni 2015. Menurut para peneliti, Kabupaten Lahat memang menjadi lokasi pemukiman pada zaman pra sejarah dan masih menyisakan puluhan ribu peninggalan megalitikum yang belum ditemukan. TEMPO/M Iqbal Ichsan

TEMPO.CO, Palembang - Dunia kepariwisataan Sumatera Selatan dinilai masih jauh tertinggal dibandingkan dengan sejumlah daerah di Sumatera, Nusa Tenggara maupun Bali. Untuk mendongkrak kunjungan wisatawan Sumatera Selatan berinisiatif membentuk Badan Promosi Pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Selatan Irene Camelyn Sinaga mengatan badan tersebut akan diisi oleh kalangan pelaku usaha kepariwisataan lokal dan nasional. "Tugasnya melakukan inovasi kreatifitas mengembangkan pariwisata Sumsel," kata Irene, Rabu, 27 Juli 2016.

Irene mengaku telah menyiapkan Badan Promosi Pariwisata sebagai tindak lanjut pengembangan wisata agar bisa dilirik pengunjung. Mereka akan melakukan promosi untuk menarik para investor.

Badan Promosi Pariwisata tersebut terdiri dari kalangan pelaku pariwisata seperti dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Asosiasi Biro Perjalanan Indonesia, maskapai penerbangan Garuda Airlines dan pihak-pihak yang bisa meningkatkan daya tarik promosi pariwisata. 

Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin menginginkan pariwisata di wilayahnya berkembang pesat agar mampu menarik pelancong. Menurutnya, daerah yang terdiri atas 17 kabupaten dan kota ini memiliki banyak obyek wisata yang dapat dikembangkan, mulai dari situs prasejarah 1001 megalit di Kabupaten Lahat, Pagaralam dan Empat Lawang.

Tetapi karena promosinya belum maksimal, kata Alex, tempat-tempat wisata tersebut kurang dikenal. "Kita memiliki banyak obyek, tetapi sayang masih belum tergarap secara baik," ujar Alex.

Selain itu, kata Alex, kawasan olahraga Jakabaring Sport City  juga bisa dijual. Bila pembangunan light rail transit telah selesai, maka bisa menjadi alat transportasi penunjang wisatawan untuk berkunjung ke wilayah tersebut. "Sebenarnya jka satu lokasi tempat wisata saja bisa dikembangkan maka itu bisa menjadi proyek strategis."

PARLIZA HENDRAWAN

Let's block ads! (Why?)

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our polices, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.